Merajut Rajut mesin Merenda Material Peralatan Pemintalan
Knitivo Material Teori

Tabel Ketebalan Benang — tinjauan kategori dari lace hingga jumbo

Tabel Ketebalan Benang — tinjauan kategori dari lace hingga jumbo

Apa itu ketebalan benang (yarn weight)

Ketebalan benang (yarn weight) menunjukkan ketebalan benang dan merupakan parameter terpenting dalam memilih material untuk setiap proyek. Ketebalan menentukan bagaimana hasil akhir produk akan terlihat dan berperilaku — dari renda halus hingga selimut tebal.

Secara internasional digunakan sistem Craft Yarn Council (CYC), yang membagi benang menjadi 8 kategori yang ditandai dengan angka 0–7. Setiap kategori memiliki jarum rajut, hakpen, dan gauge (kepadatan) yang direkomendasikan.

Tabel lengkap ketebalan benang

Angka Nama (EN) Nama (ID) Jarum (mm) Hakpen (mm) Gauge (10 cm) Penggunaan Khas
0 Lace Renda 1.5–2.25 1.5–2.25 33–40 st Renda, syal, taplak
1 Super Fine Sangat halus 2.25–3.25 2.25–3.5 27–32 st Kaos kaki, pakaian anak
2 Fine Halus 3.25–3.75 3.5–4.5 23–26 st Sweater ringan, syal
3 Light / DK Ringan / DK 3.75–4.5 4.5–5.5 21–24 st Sweater, selimut, topi
4 Medium / Worsted Sedang 4.5–5.5 5.5–6.5 16–20 st Universal — sweater, selimut, amigurumi
5 Bulky Tebal 5.5–8 6.5–9 12–15 st Topi, syal, proyek cepat
6 Super Bulky Super tebal 8–12.75 9–16 7–11 st Selimut berat, karpet
7 Jumbo Jumbo 12.75+ 16+ 6 atau kurang Arm knitting, selimut wool roving

Cara mengetahui ketebalan benang

Dari label — sebagian besar benang bermerek mencantumkan nomor CYC langsung pada label sebagai simbol (bola benang dengan angka di dalamnya). Cari juga jarum yang direkomendasikan — dari situ Anda bisa menentukan ketebalannya.

Wraps per inch (WPI) — jika label hilang (benang cone, sisa benang), lilitkan benang pada penggaris sepanjang 1 inci (2,54 cm) dan hitung lilitannya. 14+ WPI = lace, 12–14 = fingering, 11 = sport, 8–9 = DK, 7 = worsted, 5–6 = bulky.

Sample percobaan — metode paling akurat. Rajut/crochet persegi 10×10 cm dengan jarum yang direkomendasikan dan hitung jahitannya. Bandingkan dengan tabel di atas.

Ketebalan paling umum dan penggunaannya

Worsted / Sedang (kategori 4)

Ketebalan paling universal dan paling laris di dunia. Cocok untuk semua — sweater, topi, syal, selimut, amigurumi, tas. Jika Anda ragu, mulailah dengan worsted weight. Sebagian besar pola untuk pemula menggunakan ketebalan ini.

DK / Ringan (kategori 3)

Sedikit lebih halus dari worsted, populer di Eropa. Hasil lebih jatuh, cocok untuk sweater ringan, pakaian anak, dan aksesori musim semi/gugur. Di toko Indonesia bisa ditemukan dengan label "DK" atau "light worsted".

Fingering / Super Fine (kategori 1)

Benang halus untuk kaos kaki, renda, dan syal ringan. Prosesnya lebih lama, tetapi hasilnya halus dan elegan. Benang kaos kaki (sock yarn) biasanya fingering weight dengan campuran nilon untuk ketahanan.

Bulky / Tebal (kategori 5)

Benang tebal untuk proyek cepat. Topi dalam semalam, syal dalam weekend. Populer di kalangan pemula — jahitannya besar, mudah terlihat dan pekerjaannya cepat bertambah. Kekurangan: produk lebih berat dan voluminous.

Cara mengganti ketebalan benang

Jika pola menentukan ketebalan yang tidak Anda miliki, Anda bisa menggantinya — tetapi harus menghitung ulang gauge. Aturan dasar: jika menggunakan benang lebih tebal, Anda perlu jarum lebih besar dan produk akan lebih besar (atau harus mengurangi jahitan). Sebaliknya dengan benang lebih halus perlu jarum lebih kecil dan lebih banyak jahitan.

Paling aman selalu merajut sample percobaan dengan benang baru dan jarum baru, mengukur gauge dan menghitung ulang.