Apa itu Afghan
Afghan adalah sebutan tradisional untuk selimut rajut atau tenun, yang awalnya terinspirasi dari tekstil Afghanistan. Saat ini istilah tersebut digunakan secara umum untuk semua selimut rajut — dari yang polos satu warna dengan barisan sederhana hingga patchwork multiwarna dari granny squares.
Teknik untuk Selimut Rajut
Selimut Granny Square
Pendekatan paling klasik — Anda merajut puluhan kotak (biasanya 15–20 cm) dan menyatukannya. Keuntungan: bisa merajut di mana saja (bepergian, ruang tunggu), setiap kotak cepat selesai, dan bisa mengombinasikan warna dan pola. Kekurangan: penyatuan dan perapihan ujang benang memakan waktu.
Selimut Barisan (row by row)
Seluruh selimut dirajut dalam satu bagian — baris demi baris. Tusuk sederhana (tusuk pendek, setengah panjang, atau kombinasi). Keuntungan: tidak ada penyatuan. Kekurangan: harus membawa seluruh selimut dan pekerjaan menjadi berat di akhir.
Corner to Corner (C2C)
Selimut dirajut secara diagonal — dimulai dari satu sudut dan diperlebar. Setiap "kotak kecil" adalah kelompok tusukan. Setelah mencapai lebar yang diinginkan, mulai mempersempit ke sudut yang berlawanan. Bagus untuk pola pixel art — gambar, pemandangan, karakter.
Selimut Bergaris (ripple / chevron)
Selimut barisan dengan penambahan dan pengurangan teratur yang menciptakan gelombang atau pola zig-zag. Populer untuk selimut multiwarna dengan gradien.
Pemilihan Benang untuk Selimut
Akrilik — pilihan paling umum. Terjangkau, bisa dicuci mesin, hipoalergenik. Kekurangan: kurang nyaman disentuh dibanding serat alami.
Katun — nyaman, sejuk. Cocok untuk penutup musim panas dan selimut anak. Kekurangan: lebih berat dan kurang elastis.
Campuran — katun/akrilik atau wol/akrilik. Kompromi antara kenyamanan dan kepraktisan.
Ukuran Selimut
| Jenis | Ukuran (cm) | Granny squares (15 cm) |
|---|---|---|
| Anak/kereta bayi | 75 × 100 | 5 × 7 = 35 buah |
| Penutup sofa | 120 × 150 | 8 × 10 = 80 buah |
| Kasur single | 150 × 200 | 10 × 13 = 130 buah |
| Kasur double | 200 × 220 | 13 × 15 = 195 buah |
Tips untuk Proyek Besar
Beli benang sekaligus — warna berbeda antar lot produksi (nomor lot). Jika membeli bertahap, bisa jadi gulungan berikutnya memiliki nuansa yang sedikit berbeda.
Ukur secara berkala — setiap 10–20 baris ukur lebarnya. Jika selimut melebar atau menyempit, ada masalah dengan jumlah tusukan.
Rapikan ujung benang secara berkala — membiarkan perapihan di akhir berarti jam kerja dengan jarum. Pada selimut multiwarna bisa ada ratusan ujung benang.